Menengok Karya Agung Tuhan di Bumi Aceh Selatan
Cari Berita

Advertisement

Menengok Karya Agung Tuhan di Bumi Aceh Selatan

Tuesday, November 7, 2017

Tapaktuan, Infonewsia.com - Aceh Selatan merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Aceh dengan Ibu kota Tapaktuan. Daerah ini dikenal sebagai penghasil pala dengan jarak tempuh sekitar 10 jam dari Banda Aceh, ibu kota provinsi, dengan kendaraan roda empat.


Bukan hanya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan, Aceh Selatan juga memiliki pesona alam nan asri yang berpadu dengan budaya setempat. 
Bukan hanya hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi andalan, Aceh Selatan juga memiliki pesona alam nan asri yang berpadu dengan budaya setempat. Ada dua bahasa lokal di Aceh yang berasal dari tempat ini yaitu Bahasa Jamee dan Kluet.

Kekayaan alam Kabupaten Aceh Selatan makin tidak tertandingi karena berbatasan langsung dengan hutan Ekosistem Leuser. Pemandangan hutan hujan yang indah ini makin aduhai dengan bentang pantai indah yang terhampar luas ke Samudera Hindia.

Ada legenda paling terkenal di sini yaitu Tuan Tapa, lelaki alim yang berhasil mengalahkan seekor naga. Bahkan, bekas-bekas pertempurannya masih bisa kita lihat seperti bekas tapak besar Tuan Tapa, tongkat, dan sisa tubuh naga yang mati. Tapak kaki Tuan Tapa, persisnya berada di bawah tebing, menjadi cikal bakal nama Ibu kota Aceh Selatan, Tapaktuan.

Belasan pantai seperti, Pasie Ladang Tuha, Pantai Ujung Karang, Pantai Ujong Pulau Cut, Pantai Ujong Mangki, Pantai Ujong, Pantai Trumon, Pantai Sawang Indah, dan Pantai Rindu adalah karunia alam yang dimiliki Aceh Selatan.

Hutan alami Ekosistem Leuser

Hutan alami Ekosistem Leuser, termasuk juga hutan gambut di Kecamatan Trumon, yang merupakan habitatnya orangutan, gajah, buaya dan satwa liar lainnya, makin menambah kekayaan kabupaten ini.

Beberapa sungai di Aceh Selatan yang berhulu ke hutan Ekosistem Leuser sangat cocok dikembangkan untuk olahraga arung jeram atau wisata sungai lainnya dan ada juga air terjun yang indah.

Di Aceh Selatan juga terdapat stasiun riset orangutan yang berada di Suak Belimbing, Kecamatan Kluet Selatan dan Kluet Timur. Stasiun ini merupakan habitatnya orangutan yang cukup alami. Tapi, untuk masuk ke sini harus mengantongi izin khusus dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

Danau Habitat Buaya dan Berbagai Jenis Ikan

Meskipun berbatasan langsung dengan Samudera Hindia atau terletak di dataran rendah, Aceh Selatan juga memiliki Danau Laut Bangko di Kecamatan Bakongan. Danau ini merupakan habitat berbagai jenis ikan dan buaya.
Sungai di Aceh Selatan Foto : Junaidi Hanafiah/Mongabay Indonesia
Mengarungi hutan gambut Suaka Margasatwa (SM) Rawa Singkil juga memiliki daya tarik sendiri. Dengan menggunakan perahu mesin, kita dapat melihat langsung kekayaan Rawa Singkil beserta flora dan fauna yang terhampar. Untuk memasuki hutan gambut ini, dapat melalui jalur di Kecamatan Trumon atau dari Kabupaten Aceh Singkil.

“Pemerintah harus menjaga SM Rawa Singkil tetap alami. Jika hutan terjaga, masyarakat mendapat berkah dan satwa liar beserta tumbuhan yang ada dapat berkembang dengan baik,” ungkap M. Nasir, Kepala Divisi Kampanye dan Advokasi Walhi Aceh. (RDJ)

Disadur dan direvisi ulang dari http://www.mongabay.co.id/para-penjaga-hutan/ dan https://kumparan.com/official-mongabay-indonesia/foto-pesona-alam-mengagumkan-aceh-selatan