Disnaker DKI Turun Tangan Terkait Keberadaan 104 Tenaga Asing di Alexis
Cari Berita

Advertisement

Disnaker DKI Turun Tangan Terkait Keberadaan 104 Tenaga Asing di Alexis

Tuesday, November 7, 2017

Jakarta, Infonewsia.com - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) DKI melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) akan mengecek kebenaran penyataan Gubernur DKi Jakarta Anies Baswedan. Anis menyebut izin tinggal untuk bekerja 104 WN asing di Alexis telah habis.
Hasil gambar untuk alexis hotel
Foto: Singindo.com-Disnakertrans DKI Turun Tangan Terkait  Keberadaan 104 Tenaga Asing di Alexis
"Kami lihat dulu, nanti kami cek karena izin perpanjangannya kan PTSP. Kami koordinasi dengan PTSP," ujar Kepala Disnakertrans DKI Priyono melansir kompas.com saat dihubungi, Rabu (1/11/2017).

Pihaknya akan melihat data 104 WNA yang habis. Jika terbukti habis, Disnakrestrans akan memberikan rekomendasi. Disnakertrans DKI secepatnya akan memberikan keputusan terkait nasib 104 WNA yang kerja di Alexis.

"Mudah-mudahan secepatnya. Kami akan koordinasi dengan PTSP," jelas Priyono.

Melansir detik.com Rabu (01/11) dikonfirmasi secara terpisah, Dirjen Imigrasi Ronny Franky Sompie mengatakan, Disnaker dapat memeriksa Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) kepada sponsor yang memperkerjakan 104 WNA di Alexis. Jika 104 WNA tak memiliki IMTA, Disnakertrans dapat menempuh jalur hukum.

"Dinas Tenaga Kerja bisa melakukan tindak hukum dan menyerahkan kepada Jaksa Penuntut Umum atau menuntut pembayaran denda sesuai pelanggarannya. Ini menyangkut hak negara atas pekerjaan tenaga kerja asing di Indonesia," terang Ronny kepada wartawan detik.com.

Di tempat terpisah gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan izin untuk bekerja bagi 104 WNA terhitung hari ini telah habis.

"104 tenaga asing itu habis hari ini. Hari ini terakhir izin kerja mereka," ujar Anies di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/10).

Anies Kantongi Data

Seperti diberitkan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut ada tenaga asing yang bekerja di Hotel Alexis. Tenaga asing itu berasal dari sejumlah negara.

"Kasus Alexis ini juga menarik karena di situ ada 104 tenaga kerja asing," ujar Anies di Balai Kota Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

Informasi ini disebut Anies berdasarkan data-data yang dikantonginya. Anies juga merinci jumlah tenaga asing yang bekerja di hotel dan griya pijat yang permohonan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) ditolak Pemprov DKI.

"Saya baca perinciannya, dari RRC 36 (orang), dari Thailand 57, Uzbekistan 5, Kazakhstan 2 (orang). Ada catatannya. Kalau mereka sudah tidak lagi memiliki izin maka mereka menjadi ilegal. Jadi itu urusannya dengan Kementerian Tenaga Kerja," terang Anies.

Pihak Alexis Membantah 

Sebelumnya pihak Alexis membantah adanya tenaga kerja asing. Legal & Corporate Affair Alexis Group, Lina Novita hanya menyebut pihaknya tidak membatasi siapa pun termasuk warga negara asing yang beraktivitas di Alexis

"Tidak benar. Kalau event ada orang asing ya event aja, tidak dari usaha bisnis ini yang menyediakan. kami kan membuka siapa yang berkeinginan buat acara seperti itu kami perbolehkan," ujarnya mengutip detik.com.

Imbas penolakan daftar ulang TDUP

Akibat penolakan daftar ulang TDUP, pihak Alexis merumahkan 1.000 karyawannya. Manajemen Alexis juga ingin beraudiensi dengan pihak Pemprov DKI terkait penolakan tersebut.

"Pegawai tetap ada 600 orang dan 400 orang pegawai lepas. Nasib karyawan sementara dirumahkan," sebut Lina. (RDJ)


Editor: Rikard Djegadut