Indonesia Kaya! Ternyata Kalimantan Juga Punya Tradisi Bakar Mayat
Cari Berita

Advertisement

Indonesia Kaya! Ternyata Kalimantan Juga Punya Tradisi Bakar Mayat

Monday, December 11, 2017

PALANGKARAYA, Infonewsia.com Selama ini mungkin sebagian dari kita hanya tahu jika tradisi bakar mayat adanya hanya di Bali-dengan istilah terkenalnya ngaben ataupun di China. 

Nah, sahabat infonewsia, ternyata di Suku Dayak  di Kalimantan juga memiliki ritual dan tradisi serupa, namanya Tiwah.

Tradisi Tiwah dalam suku Dayak di Kalimantan memang belum sepopuler ngaben dalam tradisi orang Bali. Hal ini lantaran tidak dilakukan secara rutin dan meski diwariskan secara turun-temurun. 

Bagi sahabat infonewsia yang tertarik mengikuti jalannya ritualnya ini, sahabat bisa temukan di Kawasan Nasional Tanjung Puting dan Kalimantan Tengah yang terkenal sangat kental dengan suku Dayak. 

Apa itu Tiwah

Tiwah adalah sebuah prosesi mengantarkan roh leluhur, sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka. Mayat ini dibakar layaknya tradisi Ngaben di Bali. 

Dikumpulkan Infonewsia.com dari berbagai sumber, Kamis (2/11/2017), tradisi Tiwah adalah prosesi mengantarkan roh leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal dunia ke alam baka. Nantinya, mayat ini akan dibakar seperti Ngaben yang ada di Bali.

Umumnya, tradisi ini hanya diadakan jika ada salah satu ketua adat Suku Dayak yang meninggal. 

Tradisi Tiwah Dilakukan


Jenazah yang sudah jadi tulang belulang (@Budaya Indonesia/Youtube)Jenazah yang sudah jadi tulang belulang (@Budaya Indonesia/Youtube)

Sebelum tradisi Tiwah, akan dilakukan lebih dulu tradisi Tantulak. 
Dalam kepercayaan Kaharingan Suku Dayak, seseorang yang telah mati harus diantarkan lebih dulu menuju Bukit Malian. 

Dari sana, sang arwah akan menanti untuk pergi ke Ranying Hattala Langit sampai keluarga yang masih hidup melakukan tradisi Tiwah.

Di dalam prosesi ini, pembakaran tak hanya dilakukan kepada sang ketua adat saja, tapi juga jenazah lain yang telah dikubur.



Jenazah akan dibawa oleh keluarga (@Budaya Indonesia/Youtube)Jenazah akan dibawa oleh keluarga (@Budaya Indonesia/Youtube)

Jadi, sejumlah jenazah yang telah dikubur akan digali lagi. Sejumlah jenazah baik yang masih baru atau yang telah jadi tulang pun akan dibakar bersamaan dengan sang ketua adat.


Tiwah sebagai pelepasan status janda

Tradisi ini pun sekaligus dilakukan untuk memutuskan status janda untuk istri yang ditinggalkan. Setelah tradisi ini dilakukan, sang janda diperbolehkan untuk kembali menikah atau tidak menikah. Sesuai dengan keputusan pribadi.



Diletakkan di dalam wadah untuk dibakar (@Budaya Indonesia/Youtube)Diletakkan di dalam wadah untuk dibakar (@Budaya Indonesia/Youtube)

Tidak seperti Ngaben, tradisi Tiwah ini tidak apat disaksikan setiap waktu. Semuanya kembali lagi, tergantung ada yang meninggal atau tidak.


Selain itu, dibutuhkan uang dan waktu yang tidak sedikit untuk meyelenggarakan tradisi Tiwah. Umumhya, Tiwah dilakukan nonstop selama beberapa hari hingga satu bulan. (RDJ)