Puisi Untuk Sebina
Cari Berita

Advertisement

Puisi Untuk Sebina

Wednesday, March 28, 2018

Oleh: Itok Aman*

Di bola mataku ada kata yang tak sempat diucapkan bibir
Di deru nafasku ada doa yang mengayun lembut
'Bim salabim'
Jadilah dikau kado terindah titipan Tuhan untukku
Menemaniku, menggandengku
Sampai habis nafas kita

Di bola mataku ada kata yang tak sempat diucapkan bibir  Di deru nafasku ada doa yang mengayun lembut  'Bim salabim'  Jadilah dikau kado terindah titipan Tuhan untukku  Menemaniku, menggandengku  Sampai habis nafas kita
Andai kau berpikir aku ini pengkhianat
Aku hanya malu pada derita ibuku,
Seolah-olah Ia diturunkan ke bumi hanya untuk melahirkan seorang pengkhianat sepertiku

Maafkan aku para lelaki
Aku telah memilihnya menjadi semoga yang kuaminkan menuju pelaminan
Jangan ganggu dia. Dia milikku

Bila ada yang menggodamu; tampar dia!
Bila aku yang memelukmu; rengkuhlah daku sampai benar-benar jatuh pada ribaanmu

Lihat!
Di dalam dadaku ada huruf-huruf yang berserakan
Setelah aku rapikan beberapa sesuai dengan namamu; SEBINA.

Sebina
Jangan takut, aku tidak akan hilang
Jangan hilang, aku akan takut
Yang kuhilangkan ketakutanmu
Yang kutakutkan kehilanganmu.


                                 Dari hati, 28 Maret 2018
___________________________________________
*Itok Aman adalah pria kelahiran Rana Mbeling, 23 Maret 1994 Manggarai. Pria bernama lengkap Kristoforus Aman adalah penulis buku kumpulan puisi berjudul Viable Nostrum. Saat ini Ia tengah menjadi tour guide di Bali.