Unik dan Langka: Tradisi Tarik Batu Kubur di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur | Infonewsia

Unik dan Langka: Tradisi Tarik Batu Kubur di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur

Budaya, Infonewsia.com - Masyarakat Sumba mengenal upacara tarik batu sebagai bagian dari tradisi menghormati leluhur. Prosesi penarikan kubur batu dari tempat asal menuju lokasi baru merupakan fenomena yang sangat menarik.

Pada masa lalu dimana tarik batu masih dilakukan sepenuhnya dengan tangan, sangat terasa nuansa megalitiknya. Ratusan atau bahkan ribuan orang bekerja secara gotong royong menarik batu yang beratnya bisa mencapai puluhan ton.

Waktu seolah berhenti, kita merasakan langsung eksotisme peradaban megalitik yang megah di depan mata.

Seiring perkembangan jaman, ritual tarik batu dengan tangan mulai ditinggalkan. Masyarakat Sumba saat ini lebih memilih penggunaan alat berat seperti truck tronton atau excavator guna menarik batu kubur dari tempat asal menuju perkampungan.

Meski berbeda teknologi pengangkutan, namun esensi ritual tarik batu tetap sama yakni mempersembahkan batu kubur yang terbaik sebagai penghormatan untuk leluhur.

Saat tarik batu, kubur batu dihias dengan kuda-kuda (tenan) berupa dua gelondong kayu bulat utuh yang ukurannya disesuaikan dengan batu. Kedua ujung kayu disatukan dan dibentuk menyerupai kepala kuda.

Walaupun tenan berbentuk kepala kuda, namun secara simbolis tenan melambangkan perahu sebagai kendaraan yang akan membawa kubur batu. Di atas tenan diberi kerangka kayu berbentuk empat persegi panjang mengelilingi batu, sebagai tempat meletakkan paji dan bendera.

Paji adalah bentangan kain berwarna putih, sedangkan bendera (regi khobu) berupa kain-kain tenun motif asli Sumba yang merupakan sumbangan dari para kerabat. Paji dan bendera memiliki makna untuk ”memayungi” perjalanan agar selalu dingin dan teduh.

Di Sumba, pemimpin upacara tarik batu disebut paaung watu yang secara harfiah berarti panggil batu, yang berperan mengatur jalannya upacara sambil senantiasa meneriakkan kata-kata semangat.

Paaung watu adalah sang pemimpin ritual dan penentu sukses tidaknya ritual tarik batu sehingga harus memiliki kemampuan untuk mengatur dan memberi semangat kepada massa.

Sesaat sebelum acara tarik batu dimulai, paaung watu memberikan santan kelapa (way malala) yang dipercikkan ke batu, sebagai simbol penyucian batu agar batu lebih mudah untuk ditarik.

Di atas batu juga disiapkan gong (katala) dan beduk (laba) sebagai alat musik untuk memberikan semangat kepada para peserta ritual.

Kubur batu dalam istilah arkeologi disebut dengan dolmen, di Sumba merupakan kubur primer yang dipakai secara komunal antara suami istri dan cucu-cucunya.


Ciri-ciri budaya megalitik yang berintikan pemujaan kepada arwah leluhur (ancestor worship) itu tidak hanya terlihat dari pendirian dan pemakaian kubur-kubur batu, tetapi juga dapat dilihat dalam keseharian mereka.

Marapu yang masih dianut sebagian orang Sumba saat ini, merupakan kepercayaan asli yang bertumpu pada pemujaan arwah nenek moyang, meyakini roh-roh leluhur sebagai penghubung antara mereka yang masih hidup dengan Sang Pencipta, inilah inti dari pendirian kubur-kubur batu tersebut.

Pada masyarakat yang mengagungkan para leluhur seperti Sumba, upacara kematian menduduki tempat yang istimewa. Mereka tidak segan menggunakan harta benda yang dimiliki untuk memuliakan arwah leluhur.

Memotong banyak hewan kurban seperti kerbau, kuda dan babi, menjadi sesuatu yang esensi yang diyakini akan memperlancar perjalanan arwah ke alam baka. Prosesi upacara kematian yang megah di Sumba tentu saja konsekwensinya memakan biaya yang amat besar.

Ritual tarik batu Sumba menunjukkan status sosial, karena hanya keluarga bangsawan dan memiliki kemampuan ekonomi tinggi yang bisa melaksanakan upacara tersebut.

Kubur batu di Sumba Timur dikenal dengan nama reti berukuran cukup besar terdiri dari tiga bagian yakni atap, kubur batu, dan penji (menhir yang berfungsi sebagai hiasan). Kubur ini bersifat komunal, karena satu lubang kubur diperuntukkan bagi jenazah suami istri atau cucunya.

Begitu banyak pengorbanan yang rakyat Sumba berikan demi sebuah upacara penguburan agung yang akan mengantarkan arwah leluhur menuju keabadian. Sungguh satu dedikasi yang sangat tinggi dari masyarakat Sumba untuk leluhur yang mereka cintai.*RDj

_______________________________________________________________

Penulis : Retno Handini, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
Sumber : goo.gl/V9Mu5w


KOMENTAR

Featured Post

Kisah di Balik Tiwu Ndegar Peka Yang Misterius dan Keberadaan si 'Kakar Tana' Bermata Kucing

Wisata, Infonewsia.com - Pernah melihat 'Kakar Tana dan pengin melihat seperti apa kecantikannya? Silahkan berkunjung ke Tiwu Ndegar...

Popular Posts

Name

Artikel,23,ASN NTT,1,Baiq Nuril,1,Budaya,16,Caleg DPRD,1,Ekonomi,4,Facebook,1,Gerald N. Bibang,1,Gerard N. Bibang,1,Gubernur NTT,1,Ibrahim Peyon,1,IKBL,1,Kakar Tana,1,Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek,1,Kiriman Pembaca,1,Lifestyle,5,Mabar,1,Mahasiswi Cantik,1,Malam Kudus,1,Opini,12,Paul Serak Baut,1,Penegakan Hukum,1,Profil,3,Puisi,5,Sandiaga Uno,1,Sastra,7,Selat Sunda,1,Tidak Disiplin,1,Tsunami Banten,1,Tya Dwiardianti,1,Update,24,Viktor Laiskodat,2,Wilhelmus Syukur,1,Wisata,14,
ltr
item
Infonewsia: Unik dan Langka: Tradisi Tarik Batu Kubur di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur
Unik dan Langka: Tradisi Tarik Batu Kubur di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur
Masyarakat Sumba mengenal upacara tarik batu sebagai bagian dari tradisi menghormati leluhur. Prosesi penarikan kubur batu dari tempat asal menuju lokasi baru merupakan fenomena yang sangat menarik.
https://2.bp.blogspot.com/-8XuAj6y5HaY/WqanUqxGJiI/AAAAAAAAAGw/SlmJxwhheuATWxOcYkVfYlVeSIO4S72OgCLcBGAs/s640/samplegere.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-8XuAj6y5HaY/WqanUqxGJiI/AAAAAAAAAGw/SlmJxwhheuATWxOcYkVfYlVeSIO4S72OgCLcBGAs/s72-c/samplegere.jpg
Infonewsia
https://www.infonewsia.com/2018/03/unik-dan-langka-tradisi-tarik-batu.html
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/2018/03/unik-dan-langka-tradisi-tarik-batu.html
true
7293979240380718745
UTF-8
Semua artikel Tidak ditemukan artikel LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel pencarian Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mggu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy