Bikin Bangga, Ini Fakta di Balik Motif Kain Songke Manggarai
Cari Berita

Advertisement

Bikin Bangga, Ini Fakta di Balik Motif Kain Songke Manggarai

Wednesday, April 18, 2018

Budaya, Infonewsia.com - IBX5AD7369D982B3Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Nusantara yang memiliki motif kain tenun yang sangat variatif. Hampir setiap kabupaten memiliki corak motifnya masing-masing. Salah satu motif kain tenun yang sangat terkenal adalah motif kain tenun Manggarai.

Songke Manggarai yang merupakan salah satu warisan leluhur Manggarai memiliki keunikan tersendiri hingga membuatnya begitu terkenal baik di tingkat nasional maupun mancanegara.

Existensi kain Songke Manggarai menjadi satu identitas khas Manggarai selain tarian caci yang mempersatukan seluruh Manggarai Raya yakni Manggarai Barat, Manggarai dan Manggarai Timur.

Kekhasan Kain Songke Manggarai

Kekhasan dari masing-masing kain tenun daerah-daerah di NTT terletak pada motifnya. Dalam motif tersebut tertuang falsafah hidup pemaikainya.

Sehingga, berbicara tentang motif kain songke Manggarai artinya berbicara tentang sejarah dan falsafah hidup orang Manggarai dari zaman ke zaman dan waktu ke waktu hingga saat ini. 

Dalam lembaran kain songke, penenun sesungguhnya sedang melukis nilai-nilai kehidupan. Nilai-nilai kehidupan itu luhur dan seyogianya mencerminkan tentang kepribadian orang Manggarai.

Secara umum, warna hitam adalah warna yang paling mendominasi kekhasan kain songke Manggarai dari kain tenun daerah lainnya di NTT.

Bagi orang Manggarai, warna hitam merupakan simbol kebesaran, keagungan, kekuatan, dan kepasrahan manusia kepada sang Mori Jari agu Dedek atau Tuhan Sang Pencipta ,bahwasannya,  manusia pada hakikatnya hanyalah makhluk fana.


Macam-Macam Motif dan Makna di Baliknya

Tidak hanya pemilihan motif, penempatan dari motif-motif tersebut juga mempertegas posisi orang Manggarai dalam berinteraksi baik terhadap sesama manusia lain, alam maupun Tuhan.

Keharmonisan dan keselarasan dengan alam - dengan segala isinya, merupakan cara untuk menghormati sesama sebagai mitra ciptaan dari sang Mori Jari agu Dedek. Berikut adalah motif-motif yang ditemukan dalam kain songke Manggarai.

1. Motif Wela Kaweng
Wela Kaweng merupakan nama dalam bahasa Manggarai untuk sejenis bunga dari Family Saliara  atau dalam istilah biologinya disebut Lantana camara atau lebih dikenal dengan sebutan bunga Centeda.

Tanaman ini sangat akrab dengan alam Manggarai dan tumbuh subur di daerah tropis Manggarai. Sehingga mudah sekali ditemukan.

Pemilihan Wela Kaweng mencerminkan hubungan orang Manggarai yang sangat erat dengan alam lingkungan, dimana manusia bertanggung jawab melestarikan alam lingkungan.

2. Motif Ranggong
Ranggong atau dalam bahasa Indonesia disebut laba-laba atau labah-labah adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap, dan tak memiliki mulut pengunyah. 

Laba-laba dipilih karena kelihainnya memintal jaringnya dengan begitu teliti serta memperhitungkan dengan seksama bagaimana dia akan membangun sarangnya.

Motif Ranggong dipilih untuk menginspirasi orang Manggarai agar memiliki sifat bekerja keras, ulet, bertanggung jawab, disiplin, teliti dan tekun serta memiliki etos kerja yang tinggi. 


3. Motif Jok
Motif Jok merupakan motif yang sangat unik. Motif ini melambangkan persatuan dan hubungan yang kuat. Hubungan kuat yang dimaksud disini adalah hubungan antara Manusia dengan Sang Pencipta, sesama dan juga alam lingkungan.

4. Motif Ntala
 Motif Ntala pada kain songke merupakan representasi dari doa-doa orang Manggarai yang biasa disampaikan didalam Tudak (doa) “Kudut Langkas Haeng Ntala”.

Hal ini menggambarkan doa orang Manggarai mengenai hidup seseorang; kesejahteraan, kemakmuran, kesehatan dan harapan bagi orang lain.

5. Motif Su’i
Garis-garis batas atau pertanda keberakhiran segala sesuatu, yaitu segala sesuatu ada akhirnya, ada batasnya. Ini mengingatkan orang Manggarai bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi ini selalu ada akhirnya atau akan berakhir dan hidup merupakan sebuah perjalanan menuju akhir. 


6. Motif Wela Runu
Motif wela runu atau bunga runu melambangkan sikap atau cara hidup bahwa orang Manggarai bagaikan bunga kecil namun memberikan keindahan dan hidup di tengah-tengah kefanaan ini.

Di samping 6 motif yang dibeberkan dalam artikel ini, masih ada puluhan motif bunga dan motif lainnya yang punya korelasi kuat dengan alam sekitar. 



Editor: Rikard Djegadut