Menggugat Frasa 'Tiba Teing' Dari Sudut Pandang Falsafah Hidup Orang Manggarai | Infonewsia

Menggugat Frasa 'Tiba Teing' Dari Sudut Pandang Falsafah Hidup Orang Manggarai

Opini, Infonewsia.com - Kata “Terima Kasih” ini adalah sebuah kosa-kata dalam bahasa Indonesia. Sekali lagi: Terima kasih. Asal-usul atau akar kedua kata itu kiranya sangat jelas: Terima dan Kasih. Kalau diterjemahkan secara harfiah ke dalam bahasa Inggris menjadi: to receive love.

Kalau dianalisis lebih jauh, maka muncul gambaran berikut ini: Kasih (Love) itu telah ditawarkan, lalu ada pihak lain yang menerimanya dengan hati terbuka dan dengan sukacita juga (receive). Lalu dari konteks seperti itulah muncul ungkapan terima kasih. 

Saya adalah orang Manggarai. Terus terang saja, saya merasa agak sulit mencari ungkapan yang sepadan dengan ungkapan “terima kasih” itu dalam bahasa Manggarai sebagai terjemahan konsep “terima kasih” itu ke dalam bahasa Manggarai.

Mungkin akan segera muncul kesan dan anggapan orang lain bahwa orang-orang Manggarai tidak tahu berterima kasih. Saya kira jangan juga cepat-cepat diartikan dan dipahami dengan cara seperti itu. Itu terlalu sederhana. Sangat simplistik. Terlalu tergesa-gesa.

Sebab sesungguhnya yang ada hanyalah bahwa dalam bahasa Manggarai tidak ada terjemahan yang tepat untuk ungkapan terima kasih. Paling tidak sampai saat ini belum ada ide atau konsep yang dapat secara memadai menerjemahkan konsep itu ke dalam bahasa Manggarai. Itu saja. Titik. Tidak lebih dari itu. 

Delek Ta Mori dan Manga Mose

Saya masih ingat, dulu kalau seseorang memberi kita sesuatu, maka hal itu akan diterima dengan diiringi ucapan: delek ta mori, yang artinya “syukurlah ya tuan” atau bahkan Tuhan.

Atau di beberapa tempat ada juga seruan atau ungkapan seperti ini: “manga mose,” yang artinya, “ada hidup,” atau “hidup bisa dilanjutkan karena pemberian ini.” Bahkan di Lembor (tepatnya di Wol, Daleng, Dempol) dulu ketika saya masih kecil ada ungkapan seperti ini: “manga nemo.” 

Agak sulit menerjemahkan istilah ini, apalagi sekarang ini mungkin istilah itu sudah hilang, tidak dipakai lagi oleh para penutur jaman ini, tetapi saya masih merekamnya dalam ingatan saya.

Selain itu, ada juga ungkapan seperti ini sebagai tanda ungkapan terima kasih tatkala seseorang menerima suatu pemberian dari orang lain: “di’a naim ta mori,” atau “di’a naim ta mori sengaji,” atau juga “di’a naim ta mori adak,” atau yang lebih singkat lagi, “di’a naim ta sengaji.” 

Kata “delek” di atas tadi mengandung arti syukur, mengandung tindakan atau perbuatan bersyukur. Si penerima melambungkan syukur kepada si pemberi, yang dalam hal ini disebut “mori,” atau “adak,” atau “sengaji.” Sedangkan ungkapan “manga-mose,” mengandung arti harfiah, ada hidup. Si penerima merasa bahwa pemberian itu memungkinkan hidup dapat berjalan terus karena pemberian itu.

Jadi, tersembunyi sebuah filsafat luhur di sini: hidup dimungkinkan karena pemberian dari pihak lain, dari uluran tangan dan perhatian lain, dari sesama di dalam komunitas.

Yang agak sulit ditelusuri lagi makna semantiknya ialah ungkapan “manga nemo.” Saya tidak tahu lagi arti kata “nemo” itu. Maka ia harus dipahami dari dalam konteks pemakaiannya saja. Dan konteks pemakaiannya mengarah ke makna yang kurang lebih sama dengan ungkapan “manga mose” tadi.

Sedangkan ungkapan “Di’a naim ta mori” dan pelbagai variannya tadi, artinya kurang lebih ialah hati atau jiwamu baik dan mulia tuan; dan kebaikan dan kemuliaan itulah yang memungkinkan aku hidup, dan dalam hidup aku dapat bersorak kegirangan memuji. 

Dalam karangan Jerome H.Neyrey SY, dalam Catholic Biblical Quarterly, 71, 2009, ada catatan bahwa tidak semua kebudayaan di dunia ini mempunyai kata atau ungkapan untuk terima kasih itu, untuk “thanks” dalam bahasa Inggris itu.

Ia memberi salah satu contoh di India. Menurut dia, di sana tidak ada ungkapan “thanks” itu, karena dalam paham dan insight kebudayaan mereka, tindakan social-beneficial kepada sesama itu dipandang sebagai pemenuhan sebuah kewajiban primordial yang sudah ada secara kodratiah dalam diri masing-masing individu dalam masyarakat, dalam satu komunitas.

Selanjutnya dikatakan bahwa kalau seseorang memberi sebuah pemberian kepada sesamanya, si penerima pemberian itu percaya bahwa pemberian itu adalah hasil imbalan dari kewajiban terdahulu dan karena itu dianggap sudah layak dan pantas. Sudah seharusnya memang demikian. Di sini prinsip yang bekerja dan berlaku ialah prinsip resiprositas berimbang. 



Penulis: Dr. Fransiskus Borgias M, adalah dosen Teologi Biblika dan Dogmatika di Fakultas Filsafat Universitas Parahyangan Bandung. Beliau aktif menulis di bidang teologi dan hidup rohani, filsafat, etika dan politik terapan. Beliau juga sudah menerbitkan buku berjudul, Catatan Harian Seorang Pastor Desa dan Berjalan Zig Zag Menuju Allah. 

KOMENTAR

Featured Post

Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia

Jakarta, INFONEWSIA.COM - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Komunitas Perempuan Manggarai bersama sang...

Popular Posts

Name

Agustinus Marsirinus Baut Tutup Usia,2,Alex Ganggu,1,Alexander Wilhelmus Yosef Hamboer,1,Analisis,1,Artikel,24,Asmirandah,1,ASN NTT,1,Aturan Ganjil Genap,1,Baim Wong,1,Baiq Nuril,1,Banten,1,Batavia Tahun 1627,1,Bocah Kelas 2 SD Tewas,1,Bocah Perempuan Tewas Mengenaskan,1,Budaya,16,Caleg DPRD,1,Carolus Hamboer,1,Congko Lokap,1,Dialog Imajiner,1,Dibunuh Pedangang Bubur Ayam Keliling,1,Dinas PKO Mabar,1,Dominasi Pihak Asing,1,Don Bosco Selamun,1,Dosen Untar & Trisakti,1,DPRD Bulukumba,1,DPRD Marah,1,Driver Grab,1,Driver online meninggal,1,Ekonomi,4,Eva Yanthi Arnaz,1,Facebook,1,Ganja,1,Gempa Bumi,1,Gendang Werak,1,Gerald N. Bibang,1,Gerard N. Bibang,1,Gerhana Bulan,1,Gojek,1,Grab,1,Gubernur NTT,1,Ibrahim Peyon,1,IKBL,1,Indonesia,1,Jantung Asia,1,Jokowi ke Labuan Bajo,1,Jokowi Kunjungi Manggarai Barat,1,Kabar Bohong,1,Kakar Tana,1,Kalvin Duta OSN,1,Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek,1,Kepala BNPN Tutup Usia,1,Kiriman Pembaca,1,Kisah Eva Arnas,1,Kota Seribu Jerigen,1,Kue dan DPRD,1,Kunjungan Jokowi,1,Labuan Bajo,1,Lexy Hamboer,1,Lifestyle,5,Lowongan Kerja,1,Mabar,1,Mafia Air di Labuan Bajo,1,Mahasiswa UKI,1,Mahasiswa UKI St. Paulus Ruteng,1,Mahasiswa/i,1,Mahasiswi Cantik,1,Malam Kudus,1,Marsha Timothy,1,Maya,1,Nafa Urbach,1,Natalie Sarah,1,Opini,12,Orang Manggarai,1,Pater Cornelius Leo Adrianus,1,Pater Edwin Bernard Timothy,1,Paul Serak Baut,1,Pelepasan Jenazah,1,Pembangunan Pariwisata Manggarai Barat,2,Pemred MetroTV,1,Penegakan Hukum,1,Penemuan Tank Tua,1,Perbudakan,1,Profil,3,PT. Angkasa Pura Propertindo,1,Puisi,5,Putra Bos Konstruksi Baja,1,Ratu Film Panas Indonesia,1,Rikard Djegadut,1,Roman,1,Salib Suci,1,Salmafina Sunan,1,Sandiaga Uno,1,Sastra,8,Selat Sunda,1,Semester Akhir,1,Sepeda Motor,1,Surat Terbuka,1,Sutopo Purwo Nugroho meminta maaf,1,Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia,1,Sutopo Purwo Nugroho Tutup usia,1,SVD,1,Tank Tua Merauke,1,Teater Taki Mendi,1,Tidak Disiplin,1,Transportasi Daring,1,Tsunami Banten,1,Tya Dwiardianti,1,Update,24,Ustadz Abdul Somad,1,Viktor Laiskodat,2,Waktu Gerhana Bulan,1,Wilhelmus Syukur,1,Wisata,15,Zara Zettira,2,Zara Zettira Hina Pesantren,1,Zara Zettira Penulis,2,
ltr
item
Infonewsia: Menggugat Frasa 'Tiba Teing' Dari Sudut Pandang Falsafah Hidup Orang Manggarai
Menggugat Frasa 'Tiba Teing' Dari Sudut Pandang Falsafah Hidup Orang Manggarai
Terimkasih diterjemahkan dengan ucapan: delek ta mori, yang artinya “syukurlah ya tuan” atau bahkan Tuhan.
https://2.bp.blogspot.com/-v7MjSwLb8uY/WtHZ02tGrCI/AAAAAAAAAdk/KqCDDJYpwM8f1bhOvNDgytx-Lr6UJwY2ACLcBGAs/s640/bangkitkom.jpg
https://2.bp.blogspot.com/-v7MjSwLb8uY/WtHZ02tGrCI/AAAAAAAAAdk/KqCDDJYpwM8f1bhOvNDgytx-Lr6UJwY2ACLcBGAs/s72-c/bangkitkom.jpg
Infonewsia
https://www.infonewsia.com/2018/04/menggugat-frasa-tiba-teing-dengan.html
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/2018/04/menggugat-frasa-tiba-teing-dengan.html
true
7293979240380718745
UTF-8
Semua artikel Tidak ditemukan artikel LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel pencarian Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mggu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy