SBY: Tak sedikit Rakyat Minta saya Maju lagi Menjadi Presiden di 2019
Cari Berita

Advertisement

SBY: Tak sedikit Rakyat Minta saya Maju lagi Menjadi Presiden di 2019

Wednesday, April 25, 2018

Banten, Infonewsia.com - Mantan Presiden RI 2 Periode, selaku Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yodhoyono (SBY), kembali menyampaikan pesan politiknya soal Pilpres 2019. 

SBY: Tak sedikit Rakyat Minta saya maju lagi menjadi presiden di 2019

Selama melakukan safari politiknya ke Banten, SBY kembali mengulangi tekad Demokrat yang akan mengusung pasangan Capres-Cawapres di Pilpres 2019.

Dalam lawatannya ke lebih dari 35 kabupaten/kota di Jawa, SBY mengaku menyampaikan pesan politiknya soal Pilpres 2019 ini lantaran mendapat banyak masukan dan keluhan dari masyarakat yang memintanya agar maju lagi  menjadi presiden di 2019.

"Selama melakukan lawatan di lebih dari 35 kabupaten/kota di Jawa, memang banyak rakyat yang meminta saya untuk maju lagi, jadi presiden lagi. Agar, program-program pro rakyat dulu dihidupkan kembali,” kata SBY seperti keterangan Humas Partai Demokrat ke wartawan, Selasa (24/4).

Namun, kepada masyarakat, SBY menjelaskan, sesuai aturan tidak mungkin lagi dia maju sebagai Capres. Dua kali sudah cukup dan bila mencalonkan lagi, sangat tidak baik karena menyalahi aturan. 

"Dua kali sudah cukup sebetulnya. Kalau kebanyakan malah tidak baik. Biasanya kalau sudah duduk lupa berdiri. Begini saja, nanti saya dan Partai Demokrat akan mencalonkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden yang Insya Allah mengerti apa yang diharapkan rakyat," beber SBY.

SBY berharap, dalam Pemilu 2019 nanti lahir pemimpin-pemimpin baru yang amanah, cinta rakyat, memikirkan rakyat, dan juga cerdas.

“Paling penting adalah kebijakan dan programnya baik dan pro-rakyat,” imbuh SBY.

Dalam dialog masyarakat bersama SBY dalam lawatan Tour de Banten, banyak masukan yang diterima.

“Kami berharap jika bapak kembali memimpin, bisa menyelesaikan persoalan ekonomi dan tenaga kerja. Sebab, daerah kami yang adalah kota industri mulai diserbu tenaga kerja asing,” kata warga Cilegon, Supandi Harsono.

Hal senada juga diungkapkan warga Tangerang, Linda. Ia mengaku, masyarakat di daerahnya sudah mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan. Padahal industri begitu banyak di wilayah tersebut.

“Dulu kita hanya bersaing dengan saudara kita dari luar daerah, dari luar pulau. Tapi kini kita juga berebut pekerjaan dengan tenaga kerja asing yang semakin banyak di kabupaten Tangerang. Akibatnya kami semakin tersisih,” terangnya.(*)



Editor: Rikard Djegadut