Lembah Oberndorf, Kapela Munggil dan Fakta Tentang Lagu Malam Kudus Tersohor itu.
Cari Berita

Advertisement

Lembah Oberndorf, Kapela Munggil dan Fakta Tentang Lagu Malam Kudus Tersohor itu.

Friday, December 21, 2018

Oleh 
Pater Peter Paskalis, SVD

Kiriman Pembaca, Infonewsia.com - Hampir 24 Tahun yang lalu saya mengunjungi Kapela Silent Night, Holy Night di Oberndorf Negara Austria,  dimana lagu terkenal Malam Kudus diciptakan. Oberndorf, suatu kampung sekitar 20 Km di sebelah Utara Kota Salzburg (Kota kelahiran Wolfgang Amadeus Mozart), terletak tepat di perbatasan antara Austria dan Jerman.
Lembah Oberndorf, Kapela Munggil dan Fakta Tentang Lagu Malam Kudus Tersohor itu.

Dalam perjalanan menuju kampung ini, saya membayangkan suatu gereja besar, mengingat kebesaran dan ketenaran lagu ini yang diterjemahkan hampir di semua bahasa di dunia. Ketika memasuki Oberndorf, saya berusaha melihat candi gereja terbesar dan saya kaget, ketika Keluarga yang menemani saya menunjukkan suatu kapela kecil dekat sungai kecil yang membatasi Austria dan jerman. 

Wah, Kapela mungil, mungkin hanya untuk 8-10 orang di dalamnya. Lagu Silent Night“ (Stille Nacht, dalam bahasa Jerman) dinyanyikan pertama kali di kapela ini malam natal tahun 1818. Diiringi dengan orgel sederhana yang hampir rusak oleh Franz Xaver Gruber (pencipta melody lagu Malam Kudus), karena tali pedalnya hampir putus, termakan tikus. Karena itu Pastor Pembantu di kampung ini Joseph Mohr (penulis teks lagu silent night) meminta orang lain untuk menemaninya dengan gitar.

Foto: Penampakan Kapela Silent Night, Holy Night di Oberndorf, Wina Austria
Suatu yang berawal sederhana menghasilkan suatu karya yang terkenal di seluruh dunia. Hampir sebagai besar lagu-lagu gereja kita berasal dari negara Austria, mengingat semua Komponist besar dunia berasal dari negara ini: Wolfgang Amadeus Mozart, Ludwig van Beethoven, Franz Schubert, Johann Strauß, Joseph Hayden.dll.Gereja St. Nikolaus, lebih dikenal 'Kapela Malam Kudus' (Stille Nachtkapelle), terletak di samping sungai Salzach, pembatas negara Austria dan Jerman,  dan sering dilanda banjir di tahun 1890-an.

Banjir sering membawa kerusakan pada kapela ini. Banjir yang terbesar terjadi tahun 1899, yang merusakkan hampir setengah kampung Oberndorf dan menghancurkan kapela mungil ini secara total. Karena itu umat mendirikan satu gereja baru 800 meter lebih jauh dari sungai dan agak di ketinggian.

Untuk beberapa puluh tahun, kapela ini tidak dibangun lagi, alasan keuangan dan juga karena bahaya banjir selalu mengancam. 

Kemudian toh mengenang 100 tahun lagu Malam Kudus dan juga sebagai tanda seru dan doa untuk perdamaian dunia (mengingat perang dunia pertama 1914-1918), maka bangkitlah inisiatif membangun kembali kapella ini. 

Lagu Malam Kudus sering dikumandangkan dimana2 di Europa. Dunia mendambakan perdamaian dan symbol perdamaian dunia adalah Silent Night, Holy Night. Suatu keajaiban, 1918, tepat 100 tahun lagu ini diciptakan, perang dunia pertama berakhir.

Dan sebagai tanda syukur atas perdamaian, berbagai manusia dari penjuru dunia berziarah ke Oberndorf dan menyumbang pembangunan kapela Malam Kudus dan pembangunan selesai tahun 1937. 

Lagu Malam Kudus menjadi Ikon Perdamaian dan semoga dengan menyanyikan lagu ini tahun ini, kita mendoakan Perdamaian di seluruh dunia.

Memang patut disesalkan, Semua Perang Dunia (I dan II), berawal di Austria.  Perang dunia Pertama karena Putra Mahkota Kaiser Austria Franz Ferdinand  dibunuh di Sarajevo dan Kaiser Franz Joseph dalam perang. Maka Perang Dunia pun terjadi dan membawa kemiskinan di seluruh daratan Eropa.

Perang Dunia Kedua juga berawal dari sini, mengingat Adolf Hitler adalah seorang Austria dan berusaha membangun ''Das dritte Reich''. Satu pepatah besar: "Siapa yang mau menguasai dunia, harus menguasai kota Wina". 

Turki telah dua kali berusaha menguasai kota Wina dan mau meng-islam-kan Eropa. Pertama, tanggal 8 September 1883 dan kota Wina diselamatkan dengan bantuan Raja Polandia.  Sebagai tanda Syukur, Paus mencetuskan HARI LAHIR BUNDA MARIA tanggal 8 September.

Turki juga berusaha lagi mengusai kota Wina untuk kedua kalinya tanggal 12 September 1883. Lagi-lagi kota Wina diselamatkan. Banjir besar yang tiba-tiba menyerang pasukan Turki dan banyak tentara Turki yang mati terbawa arus banjir. Paus mencetuskan hari kedua ini secara istimewa dan menjadikan tanggal 12 September sebagai PESTA NAMA BUNDA MARIA.

Tahun 1809 juga Kaiser Napoleon berusaha menguasai kota WIna, tapi gagal. Satu hal yang merupakan kebanggaan saya adalah tempat dimana Kaiser Napoleon tidur sewaktu perang melawan Austria 3-5 Juli 1809 adalah Pastoran Paroki Deutsch-Wagram, rumah di mana saya sekarang sejak 12 tahun tinggal. Di depan Pastoran saya tertulis, rumah Napoleon : Napoleon-Haus“.

MALAM KUDUS…MALAM PERDAMAIAN….MALAM PENEBUS…..

Kiranya bayangan kita kembali ke dua abad lalu, ke dusun terpencil ini, ke Pastor Joseph Mohr dan organist Franz Xavier Gruber di saat kita di hari-hari ini atau pada tgl 24 Desember malam nanti, mengumandangkan Malam Kudus, Stille Nacht. Semoga damai merajai semesta alam. Amin.*


Note: alinea terakhir adalah tambahan Geral N. Bibang

Penulis: Pater Peter Paskalis, SVD adalah seorang Misionaris asal Flores di Wina-Austria