Acara Natal dan Tahun Baru Bersama Keluarga Lembor Raya Jabodetabek Berlangsung Meriah
Cari Berita

Advertisement

Acara Natal dan Tahun Baru Bersama Keluarga Lembor Raya Jabodetabek Berlangsung Meriah

Saturday, January 12, 2019

Jakarta, Infonewsia.com - Acara natal dan tahun baru bersama keluarga besar Lembor Raya (IKBL) yang berdomisili di wilayah (Jabodetabek) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya, pada hari Sabtu, (12/01/2019), bertempat di Anjungan NTT Jakarta, berlangsung Meriah.
Pater Peter saat sedang menyampaikan homilinya       (Photo: ist. Rikard Djegadut)

Ikatan Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek (IKBL) adalah salah satu perkumpulan masyarakat yang berasal dari Kecamatan Lembor dan Lembor Selatan atau Lembor Raya, Manggarai Barat Flores NTT yang rutin melaksanakan acara natal dan tahun baru bersama setiap tahunnya. 

Acara ini mengusung tema "Mai Naring agu Hiang Landing Poli  Sampe Saep le Mori Sambe Latang Weki agu Wakar Ditet Lembor Raya Jabodetabek". Dalam Bahasa Indonesia tema ini kurang lebih bermakna "Mari Memuji dan Menyembah Tuhan Karena Telah Menjadi Sang Juru Selamat Jiwa dan Raga Kita Segenap Keluarga Lembor Raya Jabodetabek".

Tema ini merupakan bentuk ungkapan syukur atas segala campur tangan Ilahi dalam setiap pergumulan orang-orang Lembor Raya di tanah perantaun secara khusus yang berada di Jabodetabek dan sekitarnya. 

Acara ini dibuka dengan misa inkulturasi dalam balutan budaya khas Manggarai yang dipersembahkan oleh Pater Peter Aman, OFM sebagai konselebran utama serta pater Bernadus sebagai konselebran.

Dalam kotbahnya pater Peter mengarisbawahi pentingnya memaknai peristiwa natal dari sisi politik Ilahi atau politik Tuhan yang dirayakan setiap tahun oleh segenap umat Kristiani di seluruh dunia termasuk juga oleh keluarga Lembor Raya Jakarta 

"Politik pada hakekatnya baik dan mulia sebagai media atau jalan bagi para politikus untuk melakukan kehendak Allah di muka bumi" Jelas Pater Peter dalam kotbahnya. 

Natal menjadi peristiwa di mana Tuhan yang adalah Emanuel-Tuhan berserta kita, tinggal dalam masing-masing  pribadi kita atas cintaNya yang tak terbatas bagi manusia. Dia ingin menyelamatkan manusia dari ketakmampuan dan ketakberdayaannya. Maka dari itu, dalam berpolitik, ingatlah selalu akan Natal. Dan dalam Natal ingatlah selalu akan politik. 

Selain Ekaristi, ada juga stand up komedi, tarian ako woja, sanda mbata, dan ditutup dengan santai. 

Turut hadir dalam acara ini segenap sesepuh dan kaum muda Lembor raya Jakarta. 

Koordinator acara Ory Patong dalam sambutannya mengaku cukup puas dan bangga kegiatan ini berlangsung meriah. Itu semua karena kerja sama, dan dukungan dari berbagai pihak. 

"Yang kami lakukan adalah bersatu. Kami meyakini dengan bersatu kita bisa melakukan apapun. Namun demikian, acara ini sukses juga karena dukungan dari berbagai pihak secara khusus para sesepuh Lembor Raya yang selalu siap mendorong mendorong kegiatan kami".

Pada kesempatan yang sama mewakili steering committee atau Pendaping Panitia Pelaksana acara natal dan tahun bersama Lembor Raya tahun ini Aloysius Abel dalam sambutannya mengarisbawahi dua poin penting yakni perlunya ikatan emosional yang lebih erat antara sesama umat diaspora Lembor Raya.


Yang kedua, bahwa tubuh dan darah Tuhan Yesus merupakan peluku atau pegangan hidup yang disebut "kuni agu kalo" rohani bagi umat diaspora Lembor Raya.

"Neka mejemg na hese, neka ngonde na holes, harus cerdas merantau; rantang kole lunga cepisa ngger one beo; dan supaya jiwa kita selamat (ada hadiah indah buat Tuhan; kita masuk Surga). Makanya tepat istilah Pater Peter bahwa ite ho, toe ATA SERANI, maik ATA NUNGKU TE JIRI ATA SERANI".  Jelas Abel. (RDJ)