PAS, Puisi - Puisi Gerald N. Bibang
Cari Berita

Advertisement

PAS, Puisi - Puisi Gerald N. Bibang

Saturday, March 9, 2019

PAS

Pas di puncak pagi
Perempuan paruh baya itu memandang pelangi
Ia tidak sedang menggedor-gedor pintu langit
Hujan semalam sudah lama reda di ujung kesunyiannya
Orang-orang berebut menyalakan lilin untuk berdoa
Pas di puncak melantunkan mazmur
Kelabu langit melayang-layang bersama kabut
Doa memang bukan untuk mendekatkan Tuhan
Ia hanya energi selama perjalanan

Foto: Agus Setyo Ardi

TEMPAT TINGGAL

Tidak ada yang mesti diperebutkan di sini
Semua sudah diatur dalam penyelenggaraan Ilahi
Engkau dan aku tumbuh bermekaran dalam jantung
Seperti khabar yang dikekalkan debur ombak dan teguh karang
Berwarta ke tempat sunyi tempat tinggalmu
Juga ke tempat tinggalku

RANTAI

Dipikir-pikir, perasaan kita menjelma seutas rantai tangga langit
Tertatih-tatih menjumpai Tuhannya
Tanpa peduli apakah matahari dikepung bintang2 dan sejuta galaksi
Tertatih-tatih menjadi rantai adalah cara berada
Di dalamnya engkau dan aku membarakan kasih yang sayup2 sampai

PUISI

Kukirim puisi ini untuk menemanimu, kekasih
Dalam pengembaraanmu jauh ke kedalaman sunyi
Tidak perlu orang tahu entah kapan matahari surutkan cahayanya saat langit masih Gemilang
Toh cinta kita tidak terlarang
Kukirim puisi ini untuk membuat yang mustahil tampak bening
Lalu menjelmakannya menjadi mungkin
Meski kedinginan dan kebosanan selalu tiada henti
Dan kesenangan serta kesusahan selalu silih berganti

PEREMPUAN

Sebait puisiku ini adalah sembahyang
Untukmu perempuanku di hari perempuan internasional *
Engkau, perempuan, pemilik rahim
Menyerupai wajah TUHAN nan rahim
Engkau, perempuan, makhluk paling bertahan
Rahim dan kubur menyatu dalam kegembiraanmu
Menjadikanmu baja di tengah badai padang gurun
Engkau, perempuan, makhluk paling bertahan

·     Hari perempuan internasional diperingati setiap tgl 8 Maret.
(gnb:tmn aries:jkt:sabtu:9.3.2019)