Di Balik Narasi Agustinus M. Baut: Dari Manggarai ke Manggarai | Infonewsia

Di Balik Narasi Agustinus M. Baut: Dari Manggarai ke Manggarai

Narasi, Infonewsia.com - Judul ini adalah kalimat pembuka dari Ka'e Emad James ( Kakak Hendrik Jehaman), saat mewakili keluarga duka semalam, Jumat (7/6) sehabis misa requiem Agus Baut di Rumah Duka Carolus, Ruang Lazarus.
Pesan Di Balik Narasi Agustinus M. Baut: Dari Manggarai ke Manggarai
Ritus Pelepasan Jenazah (Foto: Ist)

Umat sempat gerrrr mendengar pernyataan dari Manggarai ke Manggarai. Tapi di mana salahnya? Benar yang Emad James katakan: "Pak Agus adalah orang Manggarai, baik waktu masih di Jakarta maupun saat di Manggarai. Sekarang kita akan mengantar dia dari Manggarai Jakarta ke Manggarai Amba, Lembor."

Sepakat. Manggarai adalah darah dan daging. Ke mana pun ia pergi, melangkah, menghirup dan melepaskan napas, dia tetaplah Manggarai.

Misa dipimpin oleh tiga imam konselebrasi (Pater Pice Aman OFM, Romo Neto, dan Romo paroki Cijantung sebagai selebaran utama). Agus adalah prodiakon yang rajin dan --ini yang baru saya dengar: saleh. Demikian testimoni ketua lingkungannya.

Manggarai dan Katolik

Kental Manggarai dan katolik amat kentara. Bukan karena orang-orang Manggarai yang datang. Bukan juga karena lebih banyak umat dari lingkungan Paroki Cijantung yang hadir. Tapi substansi malamnya.

Pertama, Manggarai. Seluruh lagu misa diambil dari Dere Serani (buku lagu Gereja Katolik dalam bahasa Manggarai) dengan lagu Maria O ende retang ko ende ( dari lembah jurang dalam ini, rintihanku kian perih ya Bunda), satu dari lagu favorit almarhum selama hidupnya, sebagai lagu persembahan.

Bisik istrinya ke telinga saya sebelum misa: " Bapak tu tiap hari habis doa Salam Maria selalu nyanyikan dua lagu: o Ende retang ko Ende dan Tabe yo Ende go (Salamku ya Bunda)"

Semua dere serani. Bagaimana dengan lebih banyak umat Cijantung? Ada solusinya. Sepuluh menit sebelum misa, kami latihan Dere Serani utk semua umat yang hadir.

Saya menyebut dua nomor lagu saja: pembukaan dan graduale (antar bacaan). One api pande nggelok  (Di Api Penyucian) sebagai lagu pembuka, mulus. Bahkan ada yang spontan ambil suara dua. Umat Cijantung tentu tinggal ambil kata-katanya karena melodinya sudah familiar. Tiga ayat berturut-turut. Begitu berhenti, semua wajah sedih. Kemudian saya katakan: "Jangan terlalu serius. Ini belum misa, masih latihan."

Lalu, lagu graduale, gelang lite cela'd (ambil segeralah ya Tuhan dia dari panasnya bara api). Rerfreinnya tiga suara: "Gelang ta a Mori, gelang lite cela'd e." Yang berarti: bersegeralah, bersegeralah Ya Tuhan, ambillah dia dari panasnya bara api).

Kami bagi suara. Laki-laki tegap dan berotot Manggarai ambil suara dua dan tiga. Umat Cijantung ambil suara satu. Wouwww. Merdu dan indah. Amazing! Saya langsung apresiasi: " Wuihhh....langsung sampe surga ini koor e!"

Supaya liturgi menyerap dan komunikatif, saya merasa perlu sampaikan intisari lagu-lagu itu. Lagu pembukaan menyuarakan rintihan jiwa-jiwa di api penyucian, yang tak lagi mampu menolong dirinya sendiri, dan kita mohon kiranya Tuhan jangan buat dia lama-lama di situ.

Sedangkan lagu graduale gelang lite cela'd, berintikan: "Wahai kamu makhluk fana, kamu di sini hanya melakukan perjalanan, kamu tidak bertinggal tetap, saatnya nanti kamu pergi ke tempat darinya kamu tak dapat kembali, kecuali hanya Tuhanlah yang mengangkatmu dari tempat itu menuju surga."

Semua diam. Tapi tidak lama. Karena segera sesudahnya, saya bilang: "Dimohon kepada keluarga dari Manggarai untuk percaya saja dengan terjemahan saya. Sebab kalau nanti ada yang protes, bisa repot saya." Semua tertawa.

Saya dengar Pater Aman dan Romo Neto, ngakak paling kencang. Om Sales (Sales Pampo) yang duduk paling depan nyeletuk: "Ta Gerard, toe manga lewang lami (Gerard kami tidak akan protes)

Menarik bahwa dalam suasana kedukaan itu, pancaran sukacita dan tawa tak terelak. Saya berpikir karena kematian diyakini oleh kami semua yang hadir semalam, hanyalah jalan berpindah tempat tinggal.

Karakter Manggarai berikut ialah ritus adat Manggarai pelepasan jenazah ke Manggarai Amba. Kentara sekali dalam doa-doa dan ucapan ritual oleh Emad James membenang merah pada kenyataan: "hidup di sana baik-baik."

Kuat sekali budaya Manggarai meyakini hidup di bumi hanya sementara dan hidup yang baka, ya, di sebelah sana.

Itu tentang Manggarai-nya. Kedua, tentang katoliknya. Semalan itu, kebenaran iman katolik digaungkan dengan tersurat, lantang dan kasat mata.

Bacaan pertama dengan suara terisak oleh putri sulung almarhum, Angela Gaudia (yang dalam kata Latinnya berarti Malaikat Gembira) dari Surat Paulus, berbunyi:Jika Kristus tidak bangkit, sia-sialah kita mengikuti-NYA."

Kebenaran ini diperjelas oleh khotbah Romo Neto. "Yakinlah, kita yang pengikut Yesus, pasti DIA sudah siapkan tempat masing-masing untuk kita. Alasannya? Ya Yesus sendiri. Hanya DIA yang sudah mati dan bangkit!" Pada titik ini, suara Romo Neto, pelan, volume tinggi dan tegas!

Menjelang akhir misa, selesai doa penutup, saya menyajikan narasi Agustinus Baut berjudul Iman Yang Mencari. Karena atas dasar iman Katolik-lah, maka sepanjang hidupnya, Agus selalu mencari demi sebuah pencerahan imannya. Iman Katolik = hidupnya. Hidupnya = iman Katoliknya. Dalam terang iman seperti ini, satu prinsip yang seorang Agus pegang tanpa ditawar-tawar: berjuang itu mulia, menyerah itu hina!

Iman Membudaya

Dengan dua karakter ini, lengkaplah semalam itu menjadi: Manggarai yang Katolik dan Katolik yang Manggarai.

Yah, mungkin beginilah jika Katolik yang membudaya dan budaya yang meng-Katolik. Tentang yang terakhir ini, Anda boleh percaya saya, boleh juga tidak. Usul saya, sebaiknya jangan percaya saya. Percayalah Tuhanmu.

Diam-diam dalam hati saya bergumam: Maha Agung-lah Engkau Ya Allah, yang telah bersabda kepada kami melalui tanah kami Manggarai dan melalui iman Katolik yang Engkau teteskan ke dalam jiwa raga para orang tua dan leluhur kami yang lalu mereka wariskan kepada kami dan anak cucu kami"

Untuk makhluk dekil-MU, Agustinus Marianus Baut: Sudilah berkenan memeluk dia dalam kasih sayang abadi-MU. Amin, ya, amin!
***

(GNB:TMN ARIES: JKT: JUM'AT: 6. 7. 2019: pelepasan jenazah Alm. Bpk. Agustinus Marsirinus Baut di Rumah Duka St. Carolus, Jakarta)

*Gerard N. Bibang adalah penyair kelahiran Manggarai, Flores NTT. Ia adalah penyair yang menabiskan dirinya sebagai petani humaniora. Gerard saat ini berdomisili di Jakarta. 

Image may contain: 5 people, people standing and indoor
Putri sulung alm. Bpk. Agus Baut, Angela Gaudia membacakan bacaan pertama dengan suasana terisak, tampak di sebelah kanan Angela ada istri alm putra bungsu dan sebelah kiri Angela, berkemeja hitam Putra kedua alm. 

KOMENTAR

Featured Post

Pemred MetroTV, Don Bosco Selamun Perintahkan Wartawannya Usut Tuntas Mafia Air Minum di Labuan Bajo

Labuan Bajo, Infonewsia.com - Pernyataan ini disampaikan oleh Don Bosco Salamun saat memberikan materi konferensi Sekolah-sekolah Katolik...

Popular Posts

Name

Agustinus Marsirinus Baut Tutup Usia,2,Alexander Wilhelmus Yosef Hamboer,1,Analisis,1,Artikel,24,ASN NTT,1,Baiq Nuril,1,Batavia Tahun 1627,1,Budaya,16,Caleg DPRD,1,Carolus Hamboer,1,Dominasi Pihak Asing,1,Don Bosco Selamun,1,Dosen Untar & Trisakti,1,Ekonomi,4,Eva Yanthi Arnaz,1,Facebook,1,Gerald N. Bibang,1,Gerard N. Bibang,1,Gubernur NTT,1,Ibrahim Peyon,1,IKBL,1,Jantung Asia,1,Kakar Tana,1,Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek,1,Kiriman Pembaca,1,Kisah Eva Arnas,1,Lexy Hamboer,1,Lifestyle,5,Mabar,1,Mafia Air di Labuan Bajo,1,Mahasiswi Cantik,1,Malam Kudus,1,Opini,12,Paul Serak Baut,1,Pelepasan Jenazah,1,Pembangunan Pariwisata Manggarai Barat,2,Pemred MetroTV,1,Penegakan Hukum,1,Profil,3,Puisi,5,Ratu Film Panas Indonesia,1,Rikard Djegadut,1,Sandiaga Uno,1,Sastra,7,Selat Sunda,1,Tidak Disiplin,1,Tsunami Banten,1,Tya Dwiardianti,1,Update,24,Viktor Laiskodat,2,Wilhelmus Syukur,1,Wisata,15,
ltr
item
Infonewsia: Di Balik Narasi Agustinus M. Baut: Dari Manggarai ke Manggarai
Di Balik Narasi Agustinus M. Baut: Dari Manggarai ke Manggarai
Narasi lanjutan untuk alm. Bpk. Agustinus Marsirinus Baut, dosen Trisakti dan Untar saat pelepasan jenazah menuju Manggarai. Alm. meninggal di Jakarta,
https://1.bp.blogspot.com/-HfMNlA9DEuI/XPvTYICDcdI/AAAAAAAAOQE/R_vsKotykJYweSA-9A4DRBmxACgwiMzwwCLcBGAs/s640/Agus%2BMarsirinus%2BBaut.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-HfMNlA9DEuI/XPvTYICDcdI/AAAAAAAAOQE/R_vsKotykJYweSA-9A4DRBmxACgwiMzwwCLcBGAs/s72-c/Agus%2BMarsirinus%2BBaut.jpg
Infonewsia
https://www.infonewsia.com/2019/06/balik-narasi-agustinus-m-baut-dari.html
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/2019/06/balik-narasi-agustinus-m-baut-dari.html
true
7293979240380718745
UTF-8
Semua artikel Tidak ditemukan artikel LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel pencarian Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mggu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy