Hanya Tahu Memetik: Catatan Kritis Untuk Dinas PKO Manggarai Barat | Infonewsia

Hanya Tahu Memetik: Catatan Kritis Untuk Dinas PKO Manggarai Barat

Soroton, Infonewsia.com - Tulisan ini terinspirasi oleh konten postingan pemilik akun Ferdinand Hamin, Selasa (9/7/2019). Dalam postingan itu, Ferdinand mengekspresikan kekesalan dan kekecewaannya atas 'nasib malang' yang menimpa Kalvin, duta OSN Provinsi NTT. Dikisahkan, bahwa Kalvin terpaksa harus menunda keberangkatannya dari Kupang sebab 'tidak ada yang mengurus tiketnya'.
Dinas PKO Mabar dan juara Matematika tingkat nasional.jpg
Gedung Dinas PKO Mabar terbalik (foto: dok pribadi)

Beruntung, a good Samaritan, seorang utusan dari Dinas PKO Kabupaten Sikka memberikan pertolongan yang tulus kepada Kalvin. Orang Samaria yang baik hati itu, mengontak Dinas PKO Mabar untuk segera mengurus tiket dari 'sang juara' itu. Setelah dipastikan 'tiket sudah ada', dia menitipkan Kalvin pada seorang guru dari Sekolah Lentera Harapan. Kesedihan semakin bertambah, sebab di Bandara Komodo (Mabar), Kalvin (duta OSN Matematika) dari Manggarai Barat, tidak mendapat apresiasi dan penyambutan layaknya seorang juara.

Ada hal lain yang lebih menggelitik lagi. Orang yang mendampingi Kalvin ke Kupang, demikian Boscho Pampung (salah satu guru dari SMP di mana Kalvin belajar), bukan 'guru matematika' dari sekolah tersebut, tetapi salah satu pegawai dari Dinas PKO Mabar. Republik macam apa ini? Orang yang tidak 'berkompeten' dalam bidang Matematika harus mendampingi seorang siswa yang akan mengikuti olimpiade ilmu yang sangat bergengsi itu. Kelihatannya, pihak Dinas hanya tahu 'memetik hasil' dari cucuran keringat perjuangan guru yang 'setia' mendampingi Kalvin. Selain itu, keberadaan pendamping dari Dinas itu, tentu tidak membatu Kalvin dalam hal mendiskusikan persoalan matematis yang kompleks. Dia tidak lebih sebagai 'pengawal keamanan' (security) untuk Kalvin.

Dari 'kasus Kalvin' ini, saya merasa perlu untuk menyampaikan beberapa catatan kritis dan harapan kepada pihak Dinas PKO Mabar. Pertama, tentu kita mesti berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada semua aparatus birokrasi di Dinas ini sebab sudah bekerja seoptimal mungkin dalam mengurus dan memfasilitasi 'hal-hal teknis-administratif' di Kabupaten Mabar.

Kedua, saya kira kita mesti 'tahu diri' soal kewenangan, tugas dan fungsi kita sebagai 'pelayan/hamba publik' dalam 'mengurus isu seputar pendidikan' di daerah ini. Pihak Dinas mesti mendukung dan memfasilitasi berbagai jenis kegiatan perlombaan dalam bidang pendidikan baik yang diselenggarakan di daerah maupun di level Provinsi dan nasional (pusat). Bentuk dukungan itu, hemat saya bukan dalam hal 'mendampingi atau menghantar' peserta lomba, tetapi hal-hal teknis berkaitan dengan kebutuhan vital dari para peserta yang mewakili kabupaten ini.

Ketiga, perlu disadari bahwa yang 'menabur benih ilmu' di ladang pendidikan adalah para guru. Mereka yang tahu persis tentang kapasitas dan juga relasi emosional seorang peserta didik. Karena itu, hemat saya, jauh lebih tepat sasar dan konek jika yang mendampingi peserta Lomba di tingkat Provinsi dan Pusat, harus guru dari sekolah yang berkompeten dalam bidang itu serta sudah menjalin komunikasi interpersonal yang bagus dengan peserta lomba.

Keempat, masih berhubungan dengan poin tiga di atas, pihak Dinas mesti sadar dan belajar psikologi anak. Seorang utusan untuk mengikuti kompetisi OSN seperti Kalvin, tentu memiliki beban mental yang tidak ringan. Beban itu semakin bertambah ketika orang yang mendampinginya 'begitu asing' bagi dirinya. Tentu ia tertekan secara psikologis bagaimana menghadapi 'makhluk asing' itu. Lain halnya, jika pendampingnya adalah guru sekaligus 'sahabat diskusinya' untuk mempertajam pemahaman akan materi yang dilombakan.

Kelima, pertanyaan saya adalah apa motif dan alasan mendasar pihak Dinas 'mesti mengambil-alih' tugas pendampingan itu? Jika tujuannya adalah agar peserta lomba meraih prestasi, maka jauh lebih arif dan elegan tugas itu diserahkan kepada 'guru' yang sejak awal terlibat penuh dalam proses persiapan peserta lomba. Kuat dugaan bahwa kita hanya sekedar menghabiskan waktu dan anggaran untuk pelesir (jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas).

Keenam, mungkin saja kebijakan Dinas itu sudah sesuai dengan regulasi atau petunjuk teknis bahwa pendampingnya harus dari Dinas PKO. Namun, saya kira kita bisa menyiasatinya bahwa kata 'Dinas' tidak harus diterjemahkan sebagai salah satu staf yang bekerja di kantor PKO Mabar. Guru juga bisa dimasukan dalam pengertian Dinas yang lebih luas dan dalam. Kita sering mendengar bahwa anggaran terbatas. Dinas hanya membiayai 'pegawai dari Dinas' yang menjadi 'bodyguard' dari peserta lomba. Kendati saya tidak yakin dengan argumen ini, jika 'anggaran kecil', maka Dinas harus rendah hati menyerahkan anggaran itu kepada guru pendamping peserta lomba, kalau kita konsisten dengan tujuan mendulang prestasi akademik di level yang lebih tinggi.

Ketuju, sebagai 'pelayan publik', Pihak Dinas PKO mesti total 'mengurus' peserta lomba yang mewakili kabupaten Mabar. Komunikasi dan koordinasi baik dengan pihak PKO Provinsi, Sekolah, Guru pendamping, maupun dengan peserta lomba harus dibangun secara reguler dan intensif. Kita berharap tidak ada lagi Kalvin lain yang menjadi 'korban' mis-komunikasi dan minimnya perhatian dari pihak Dinas.

Akhirnya, besar harapan kita agar mentalitas yang 'hanya tahu memanen' yang menjangkiti para aparatus birokrasi kita, segera lenyap dari bumi Mabar. Kita mesti memiliki rasa malu, bahwa kita tidak pernah menabur sesuatu, tetapi bersemangat untuk memetik sesuatu dari perjuangan para guru. Tujuan kita sebenarnya sama yakni agar semakin banyak anak Mabar yang mengukir prestasi di level nasional. Serahkan tugas 'mengharumkan nama kabupaten itu' ke pundak lembaga pendidikan khususnya para guru. Jadi, bertobatlah, berikan kepada kaiser apa yang menjadi hak kaiser dan kepada Allah apa yang menjadi 'hak Allah'.

Penulis: Silvester Joni


KOMENTAR

Featured Post

Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia

Jakarta, INFONEWSIA.COM - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Komunitas Perempuan Manggarai bersama sang...

Popular Posts

Name

Agustinus Marsirinus Baut Tutup Usia,2,Alex Ganggu,1,Alexander Wilhelmus Yosef Hamboer,1,Analisis,1,Artikel,24,Asmirandah,1,ASN NTT,1,Aturan Ganjil Genap,1,Baim Wong,1,Baiq Nuril,1,Banten,1,Batavia Tahun 1627,1,Bocah Kelas 2 SD Tewas,1,Bocah Perempuan Tewas Mengenaskan,1,Budaya,16,Caleg DPRD,1,Carolus Hamboer,1,Congko Lokap,1,Dialog Imajiner,1,Dibunuh Pedangang Bubur Ayam Keliling,1,Dinas PKO Mabar,1,Dominasi Pihak Asing,1,Don Bosco Selamun,1,Dosen Untar & Trisakti,1,DPRD Bulukumba,1,DPRD Marah,1,Driver Grab,1,Driver online meninggal,1,Ekonomi,4,Eva Yanthi Arnaz,1,Facebook,1,Ganja,1,Gempa Bumi,1,Gendang Werak,1,Gerald N. Bibang,1,Gerard N. Bibang,1,Gerhana Bulan,1,Gojek,1,Grab,1,Gubernur NTT,1,Ibrahim Peyon,1,IKBL,1,Indonesia,1,Jantung Asia,1,Jokowi ke Labuan Bajo,1,Jokowi Kunjungi Manggarai Barat,1,Kabar Bohong,1,Kakar Tana,1,Kalvin Duta OSN,1,Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek,1,Kepala BNPN Tutup Usia,1,Kiriman Pembaca,1,Kisah Eva Arnas,1,Kota Seribu Jerigen,1,Kue dan DPRD,1,Kunjungan Jokowi,1,Labuan Bajo,1,Lexy Hamboer,1,Lifestyle,5,Lowongan Kerja,1,Mabar,1,Mafia Air di Labuan Bajo,1,Mahasiswa UKI,1,Mahasiswa UKI St. Paulus Ruteng,1,Mahasiswa/i,1,Mahasiswi Cantik,1,Malam Kudus,1,Marsha Timothy,1,Maya,1,Nafa Urbach,1,Natalie Sarah,1,Opini,12,Orang Manggarai,1,Pater Cornelius Leo Adrianus,1,Pater Edwin Bernard Timothy,1,Paul Serak Baut,1,Pelepasan Jenazah,1,Pembangunan Pariwisata Manggarai Barat,2,Pemred MetroTV,1,Penegakan Hukum,1,Penemuan Tank Tua,1,Perbudakan,1,Profil,3,PT. Angkasa Pura Propertindo,1,Puisi,5,Putra Bos Konstruksi Baja,1,Ratu Film Panas Indonesia,1,Rikard Djegadut,1,Roman,1,Salib Suci,1,Salmafina Sunan,1,Sandiaga Uno,1,Sastra,8,Selat Sunda,1,Semester Akhir,1,Sepeda Motor,1,Surat Terbuka,1,Sutopo Purwo Nugroho meminta maaf,1,Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia,1,Sutopo Purwo Nugroho Tutup usia,1,SVD,1,Tank Tua Merauke,1,Teater Taki Mendi,1,Tidak Disiplin,1,Transportasi Daring,1,Tsunami Banten,1,Tya Dwiardianti,1,Update,24,Ustadz Abdul Somad,1,Viktor Laiskodat,2,Waktu Gerhana Bulan,1,Wilhelmus Syukur,1,Wisata,15,Zara Zettira,2,Zara Zettira Hina Pesantren,1,Zara Zettira Penulis,2,
ltr
item
Infonewsia: Hanya Tahu Memetik: Catatan Kritis Untuk Dinas PKO Manggarai Barat
Hanya Tahu Memetik: Catatan Kritis Untuk Dinas PKO Manggarai Barat
Tulisan ini terinspirasi oleh konten postingan pemilik akun Ferdinand Hamin, Selasa (9/7/2019). Dalam postingan itu, Ferdinand mengekspresikan kekesalan dan kekecewaannya atas 'nasib malang' yang menimpa Kalvin, duta OSN Provinsi NTT.
https://1.bp.blogspot.com/-9VXcQP1W2Rk/XSXDCpF_h9I/AAAAAAAAOXk/TV0G7V7TgWA2xfwk3RmvwfDvzmtjRmCWgCLcBGAs/s640/Dinas%2BPKO%2BMabar%2Bdan%2Bjuara%2BMatematika%2Btingkat%2Bnasional.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-9VXcQP1W2Rk/XSXDCpF_h9I/AAAAAAAAOXk/TV0G7V7TgWA2xfwk3RmvwfDvzmtjRmCWgCLcBGAs/s72-c/Dinas%2BPKO%2BMabar%2Bdan%2Bjuara%2BMatematika%2Btingkat%2Bnasional.jpg
Infonewsia
https://www.infonewsia.com/2019/07/hanya-tahu-memetik-catatan-kritis-untuk.html
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/2019/07/hanya-tahu-memetik-catatan-kritis-untuk.html
true
7293979240380718745
UTF-8
Semua artikel Tidak ditemukan artikel LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel pencarian Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mggu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy