Surat Terbuka Untuk Para Mahasiswa - Mahasiswi Semester Akhir
Cari Berita

Advertisement

Surat Terbuka Untuk Para Mahasiswa - Mahasiswi Semester Akhir

Friday, July 26, 2019

Senggang, INFONEWSIA.COM - Saudara/i sekalian, Mahasiswa dan Mahasiswi di seluruh Indonesia yang saya kasihi. Apa kabar Anda semua? Saya harap, semoga baik-baik saja dan sehat walafiat. Untuk yang sedang menyelesaikan tugas akhir, please deh, untuk sementara waktu, tinggalkan game online dan kebiasaan tidur tidak tepat waktu. Fokus, dan perbanyaklah waktu untuk mengerjakan skripsi Anda. Jangan sampai teledor hingga waktu kuliah Anda tambah panjang.okeh.
 
Surat Terbuka Untuk Para Mahasiswa/i Semester Akhir
Foto: Ilustrasi Mahasiswa/i merayakan kelulusan
Jangan pula Anda terpancing dengan tulisan berbau satire di beberapa media itu, yang sudah mengurai - detailkan sisi-sisi positif jadi Mahasiswa abadi di kampus. Bisa saja itu benar adanya di lingkungan Kampus, saat-saat di mana, yang menurut beberapa penulis lepas positif, ketika Anda bisa berlamaan ada bersama dosen kesayangan, mendapat banyak diskon saat belanja karena tercatat sebagai pemegang kartu Mahasiswa terlama, dan hal-hal lain yang menurut catatan mereka-mereka itu, positif. Elaaa.

Tapi ketahuilah, jauh lebih dari penting dari itu, status mahasiswa abadi Anda akan menjadi bahan olokan di luar Kampus. Kebayang gak sih, ketika Anda masih berkutat seputar hitung-hitungan SKS, kerja tugas kelompok dengan Mahasiwa/i yang notabene umur-umur mereka jauh lebih mudah dari Bapak/i sekalian - Sementara teman-teman angkatan Anda udah punya Pekerjaan, udah nikah dan punya momongan.

Kebayang pula gak sih, ketika Anda diajak reunian oleh teman-teman angkatan Anda? Apa yang anda ceritain ketika mereka sharing pekerjaan, bahas rencana pernikahan dan lain-lainya yang berkaitan dengan dunia kerja dan kehidupan rumah tangga?  Anda mau pilih yang mana? Udahlah, saya harap, sampai di sini Anda semua Paham, jangan nyeleneh dan  bertingkah aneh. Hedeee..

Mahasiswa/i  semester akhir, generasi masa depan bangsa yang saya rindukan, saya menulis ini tak ada maksud lain selain karena besarnya  perhatian dan rasa sayang saya terhadap Anda semua, mahasiswa/i, yang sukanya santai-santai saja dan lupa bahwa masa kuliah maksimal itu hanya 4 tahun dan 3,5 tahun bagi mereka yang benar-benar fokus.

Demi kelancaran penulisan skripsi Anda, sa anjurkan juga peliharalah hubungan baik dengan dosen pembimbing Anda. Ikuti kemauan dan niat baik dosen selagi itu demi kebaikan kamu. Untuk dosen yang rada-rada sensitif, sebaiknya kamu jaga sikap. Bicara dan lakukan saja apa yang dia minta. Tapi kalau dia berlebihan, kamu berhak berontak.

Selain fokus dengan skripsi, selebihnya, pikirkan sendiri-sendiri agar anda bisa menyiasati berbagai hal yang menghambat terselesai tepat waktunya masa kuliah Anda. Ingat, kamu bukan anak kecil lagi yang tunggu disuap. Terlalu banyak pilihan dan alternatif yang bisa Anda gunakan. Asal, jangan sesekali menggunakan cara-cara kotor, apalagi sampai menyogok pihak kampus agar cepat lulus. Catat, cara-cara seperti ini itu, norak. Memalukan.

"Emang selesai Kuliah tepat waktu bisa menjamin hidup sejahtera, dapat pekerjaan yang baik dan dapat Jodoh yang tepat"? He, sa ingatkan, Anda jangan terjebak oleh ocehan-ocehan seperti itu. Sekali lagi, kalian semua udah dewasa, kalau ada yang bilang begitu jangan telan bulat-bulat, mikir. Sini, Sini kasih tau kamu. Kalau esok-esok ada yang bilang gtu lagi, Blio-blio itu sebenarnya ingin memberitahu dua hal berikut kepada Anda.

Pertama, mereka mau memberitahu, jangan pernah putus asa apabila Anda terlambat dan gagal diwisudahkan. Anda hanya butuh bersabar, belajar lebih giat dan tekun lagi hingga ajal tiba. Eh, ajal, hingga waktunya tiba, maka Anda akan diwisudahkan. Untuk keselamatan jiwa dan raga, kalimat di atas tidak lebih dari obat penenang agar Anda jangan sampai mengambil tindakan senonoh seperti bunuh diri dan sejenisnya karena gagal wisudah. Sampai di sini, pahamkan.

Kedua, yang bersangkutan, yang memberi tahu Anda petuah di atas, bisa saja bagian dari orang-orang yang terlambat atau gagal diwisudahkan itu. Lebih-lebih jika yang bersangkutan adalah sepupu atau keluarga Anda. Wejangan diatas bisa menjadi alasan pembenar untuk dia kemukakan dihadapan Anda dan keluarga besar atas terlambat dan gagalnya blio-blio itu diwisudahkan.

Selesai wisudah mau buat apa? Begini, jika pertanyaaan di atas membuat Anda malas kuliah, saya pastikan cara dan pola pikir Anda sedang konslet. Kok gtu? Iya, iyalah. Masa udah S1 masih minta disuapin.Tapi tak apa-apa, saya coba bantu Anda supaya jangan berpikir konyol. Dengarin, pertama-tama dan terutama sekali, kuliah itu bertujuan untuk merubah mental Anda. Dari mental tukang babu, jadi sosok yang bermental Bos besar.

Sehingga, setamat kuliah nanti Anda tidak meminta dan menunggu belas kasihan orang lain untuk bisa bekerja. Sebaliknya, kamu harus gertak dan kreatif, sebisa mungkin, lakukan sesuatu yang membuat nama Anda besar. Buat apa? Perusahaan tambang? Uisss, itukan. Nantilah.  Kecuali, kalau orang tua Anda Bos besar, silakan. Kalau tidak, tak perlu-perlu amat.

Anda, jika kebetulan sarjana peternakan, cukup pelihara Babi banyak-banyak. Terapkan apa yang sudah Anda pelajari di Kampus perihal cara menjaga kesehatan ternak yang baik dan benar. Jika dengan ternak Babi anda mendapat omset besar, rintis usaha lain termasuk usaha pertambangan, adalah pilihan yang tepat.

Begitupun kalau Anda, seorang Jurnalistik. Anda tidak perlu menunggu budi baik Tempo, Kompas dan Tirto untuk mempekerjakan Anda. Anda cukup buat blog berbayar, pelajari baik-baik kaidah penulisan yang tepat dan benar, buat konten tulisan yang tajam seperti Tirto dan menarik seperti Mojok. Dengan begitu saya yakin, blog anda akan banyak dikunjungi.

Alhasil isi dompet Anda akan terjaga dan tetap terisi. Begitupun dengan jurusan-jurusan lain. Terlalu banyak peluang untuk kita bisa lakukan karya-karya besar. Intinya, kuliah baik-baik, tekun dan berusahalah untuk tepat waktu. Demikian surat ini saya buat dgn sepenuh hati. Atas perhatian Anda semua, sya ucapkan limpah terimakasi. Salam peluk dan rinduku dari Jauh.

Muachhhh…..

Salam Muach dariaku, 
Pengagum kelas dewa Lucynta Luna namun Pecinta kelas nirwana Sofia Latjuba