Yang Sulit "Bukan Meluruskan Benang Basah", Tapi Yakinlah Maya, Sa Selalu Ada
Cari Berita

Advertisement

Yang Sulit "Bukan Meluruskan Benang Basah", Tapi Yakinlah Maya, Sa Selalu Ada

Sunday, July 28, 2019

Senggang, INFONEWSIA.COM - Maya. Timi (Cewek) dengan rambut lurus sebahu itu adalah wanita idaman saya.  Berlesung pipi dan berkulit putih -  dagunya tampak membelah. Dia punya kebiasaan unik saat di Kelas, yakni, mengunyah permen karet. Mungkin karena itulah, otot wajahnya kelihatan rileks dan pipinya menyerupai tirus, indah dan menarik untuk dipandang. 

Tidak sedikit lelaki yang dibuatnya kepincut. Ada yang berusaha mendekat, tapi berujung maut (ditolak). Kera bosss, sakitnya tuh,  di sini(hati) sekali. Rangga, sahabat dekat saya, adalah satu dari deretan laki-laki yang pernah ditolak secara halus oleh Maya.

Sebagai sahabat dekat, saya melihat, itulah pengalaman paling terpuruk Rangga. Gaess, bukan bermaksud membongkar rahasia rumah tangga persahabatan kami, dari beberapa teman dekat saya, memang Ranggalah orang pertama yang menangis karena cinta. Dia menangis karena ditolak, Oleh kraengggg...

Belajar dari kegagalan Rangga, saya, orang sejak lama menaruh hati pada Maya berusaha melakukan pendekatan yang berbeda. Saya sadar betul, orang sekelas Maya, harus didekati dengan cara yang luar biasa pula. Terinspirasi dari Lagunya Amnes, saya tak membawa bunga dan menjanjikan harta, itu-ini.  Satu-satunya yang saya tunjukan di hadapan Maya adalah cinta saya yang luar biasa untuknya.

Terima kasih Kaka Amnes. Sungguh, Kakak ciptakan lagu ini benar-benar untuk saya, bukan untuk Rangga yang suka mengoleksi banyak bunga itu; mengandalkan banyaknya kebun Kopi, kemiri, cengkeh dan vanili di kampung, dan  dengan angkuhnya dia bangga-banggakan itu di hadapan Maya. Itukan, hasil apa sudah? 

Petualangan cinta ini pun dimulai. Sebenarnya tidak sulit bagi saya untuk mendekati Maya. Selain karena kita Sekabupaten, kuliah di Kota dan di Universitas yang sama, juga punya kebiasaan yang sama, makan permen karet.

Eh sorry, saya suka permen relaksa. Tapi sebenarnya, semua itu bukan kunci untuk menyatunya kami, saya dengan maya. Sebab cinta itu perkara hati. Ornamen-ornamen lain tidak menjadi soal.

Kata saudari saya, cinta itu tidak saling memandang dan menuntut kesamaan, tapi sama-sama memandang ke satu arah dari titik mana saja dengan suatu keyakinan penuh bahwa, Surga itu ada untuk mereka yang saling mencintai apa adanya, bukan ada apanya.

Apa yang saya lakukan untuk mencuri hati Maya? Cara saya terbilang unik, langkah dan seperti yang bilang berkali-kali, luar biasa. Di hadapan Maya, saya pura-pura kelihatan bego, tidak jelas dan seolah-olah tidak punya gambaran akan masa depan yang cerah. Ole, macam yang di film-film itukah? Terserah.... kalian semua mau bilang apa, sa, terserah.

Sesekali saya buat dia merasa jengkel dan kesal. Dengan tindak-tanduk yang demikian, nama saya setidaknya tertulis dalam kamus hidupnya maya, sekalipun itu kamus hitam yang berisi daftar orang-orang paling menyebalkan di dunia, bodoh amat! Intinya saya mencuri start yang baik versi saya.

Syukur kepada Tuhan, cara saya cukup ampuh. Step by step, saya mulai menunjukan keseriusan saya di depan Maya. Saya hadir di setiap suka dan duka hidupnya, tertawa bersama,  dan berusaha menjadi satu-satunya sumber kenyamanan Maya.

Di saat beban hidup menumpuk di kepalanya karena tugas kuliah, saya sediakan pundak yang tangguh untuk dia beristirahat. Dari sana, dia mulai curhat dan bercerita banyak hal. Saya mengelus-elus  rambutnya,  hingga dia tertidur.

Tuhan e, sa akui su, wanita  memang tampak cantik saat dia tidur. Tidak ada kepalsuan padanya. Cantiknya alami, bukan polesan. Ole, ini seperti ada di Novel-Novel itu kah? bro,  jan macam-macam, saya sedang berbicara atas nama cinta. Ini soal rasa, bukan debat kusir dan bedah pasal yang haram imajinasi itu. 

Maya, oleh perlakuan dan perhatian saya, luluh juga hatinya.

Dia jatuh ke pelukan saya, lelaki yang atas nama cinta ini banyak bermanuver. Maya, orang yang dulunya sa anggap terlalu tinggi untuk sa dapat, kini su di samping saya. Dia mencintai saya dan tak mau saya pergi. Maya, kini terlalu berharap penuh pada saya.

Kisah cintanya final. Dia tidak mau fall in love lagi. Cintanya bulat dan utuh for me. Kecemburuannya tinggi dan sa yakin, cemburu itu bukti kita mencintai. Bohong kalau orang tidak pernah cemburu alih-alih menunjukan kedewasaan.

Tapi bahayanya, kecemburuan Maya sering tak berdasar. Ia mudah percaya pada orang lain meski apa orang-orang ceritakan itu bohong. Sa akui, dari saat ke saat cinta kami kian lengket.

Namun meski begitu, tantangan justru semakin menjadi-jadi. Yang sulit adalah meyakinkan Maya, bahwa sa hanya ada untuk dia. Jika kamu berada di posisinya saya, sa hanya mau bilang sulitnya meyakinkan Maya, "lebih mudah untuk meluruskan benang basah". 

He,,,, sudah-sudah, di luar tu hujan, yang diingat bukan kenangan, tapi jemuran!!! Mampus....