Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia | Infonewsia

Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia

Jakarta, INFONEWSIA.COM - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Komunitas Perempuan Manggarai bersama sanggara Ca Nai dan Ikatan Keluarga Besar Kebun Jeruk mengadakan Festival Budaya Manggarai di Jakarta, 17-18 Agustus 2019. 
Pementasan Teater Taki Mendi oleh Lingko Ammi yang berupaya mengangkat sebuah catatan kecil tentang kisah-kisah perbudakan di tanah Batavia di zaman kolonial Belanda serta menelusuri jejak sejarah cikal bakal penamaan Manggarai di Jakarta di Anjungan NTT, Sabtu, (17/8/2019), (Foto: Lingko Ami)

Selain tarian caci,ndundu ndake, samba, mbata dan danding serta Fashion Show namun juga sebuah suguhan drama bergenre teatrikal Opera, persembahan dari anak-anak Manggarai Jakarta yang tergabung dalam Komunitas Lingko Ammi (Komunitas Anak Manggarai yang peduli terhadap Seni dan Budaya)

Teater opera yang disutradarai oleh Willy Matrona juga selaku penyusun naskah ini berupaya mengangkat sebuah catatan kecil tentang kisah-kisah perbudakan di tanah Batavia di zaman kolonial serta menelusuri jejak sejarah cikal bakal penamaan Manggarai di Jakarta. 

Ciri kisah drama opera ini adalah historis fiksi. Teater ini akan dimulai dengan narasi sejarah Manggarai seorang Sejarahwan. Mengangkat lagu-lagu klasik Manggarai, Sanda, Mabata dan Ninggo yang memiliki unsur tragedy. Lagu-lagu yang mengisahkan pemberontakkan.

"Taki mendi" mengisahkan keluarga para budak Manggarai yang dibawa ke Batavia oleh Belanda. Mereka adalah Para budak yang dibawa dari jalur Kerajaan Bima yang saat itu menguasai Tanah Manggarai. Teater ini disesuaikan dengan kisah dalam buku 'Asal-usul Nama Tempat di Jakarta' yang ditulis oleh sejarahwan Rachmat Ruchiat.

Dalam buku itu, dijelaskan orang-orang Flores pertama kali menempati wilayah Manggarai sekitar tahun 1770. Bukti yang menguatkan jika nama Manggarai diambil dari nama salah satu daerah di Nusa Tenggara Timur ialah dengan ditemukannya sebuah tarian bernama Lenggo setelah Perang Dunia II oleh seorang ahli etnomusikalogi, Jaap Kunst. Dalam bukunya 'Java Jilid II', Jaap Kunst menyajikan gambar tarian khas tersebut.

Tarian tersebut memiliki nama mirip dengan tarian asal Betawi, Belenggo. Tarian Belenggo dalam salah satu seni budaya Betawi biasanya dimainkan oleh kaum pria. Tarian ini memadukan antara gerakan tarian dan seni pencak silat. Gerakan tariannya lebih banyak menampilkan gerak langkah dan membungkuk. (Tarian tersebut memiliki nama mirip dengan tarian asal Betawi, Belenggo. Tarian Belenggo dalam salah satu seni budaya Betawi biasanya dimainkan oleh kaum pria)

Dalam kisah ini berciri surealis dan berkekuatan pada gestikulasi. Di dalamnya mengisahkan ketakutan dan trauma para Budak. Kisah-kisah perjalanan yang berbulan-bulan mengambang tak pasti di laut lepas. Budak-budak yang dibuang begitu saja di lautan. Mereka yang tersisa akan dibawa ke Batavia entah menjadi selir, Pekerja kebun hingga membuka jalan. Mereka adalah Budak.

Di sisi lain, sebagaimana diri mereka adalah manusia adanya, juga memiliki perasaan, cinta, rasa sepi, amarah dan pemberontakan. 

Mereka dibawa ke tanah Batavia, meski sebagai budak mereka tidak bisa menyangkal identitas mereka sebagai orang Manggarai.


KOMENTAR

Featured Post

Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia

Jakarta, INFONEWSIA.COM - Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-74, Komunitas Perempuan Manggarai bersama sang...

Popular Posts

Name

Agustinus Marsirinus Baut Tutup Usia,2,Alex Ganggu,1,Alexander Wilhelmus Yosef Hamboer,1,Analisis,1,Artikel,24,Asmirandah,1,ASN NTT,1,Aturan Ganjil Genap,1,Baim Wong,1,Baiq Nuril,1,Banten,1,Batavia Tahun 1627,1,Bocah Kelas 2 SD Tewas,1,Bocah Perempuan Tewas Mengenaskan,1,Budaya,16,Caleg DPRD,1,Carolus Hamboer,1,Congko Lokap,1,Dialog Imajiner,1,Dibunuh Pedangang Bubur Ayam Keliling,1,Dinas PKO Mabar,1,Dominasi Pihak Asing,1,Don Bosco Selamun,1,Dosen Untar & Trisakti,1,DPRD Bulukumba,1,DPRD Marah,1,Driver Grab,1,Driver online meninggal,1,Ekonomi,4,Eva Yanthi Arnaz,1,Facebook,1,Ganja,1,Gempa Bumi,1,Gendang Werak,1,Gerald N. Bibang,1,Gerard N. Bibang,1,Gerhana Bulan,1,Gojek,1,Grab,1,Gubernur NTT,1,Ibrahim Peyon,1,IKBL,1,Indonesia,1,Jantung Asia,1,Jokowi ke Labuan Bajo,1,Jokowi Kunjungi Manggarai Barat,1,Kabar Bohong,1,Kakar Tana,1,Kalvin Duta OSN,1,Keluarga Besar Lembor Raya Jabodetabek,1,Kepala BNPN Tutup Usia,1,Kiriman Pembaca,1,Kisah Eva Arnas,1,Kota Seribu Jerigen,1,Kue dan DPRD,1,Kunjungan Jokowi,1,Labuan Bajo,1,Lexy Hamboer,1,Lifestyle,5,Lowongan Kerja,1,Mabar,1,Mafia Air di Labuan Bajo,1,Mahasiswa UKI,1,Mahasiswa UKI St. Paulus Ruteng,1,Mahasiswa/i,1,Mahasiswi Cantik,1,Malam Kudus,1,Marsha Timothy,1,Maya,1,Nafa Urbach,1,Natalie Sarah,1,Opini,12,Orang Manggarai,1,Pater Cornelius Leo Adrianus,1,Pater Edwin Bernard Timothy,1,Paul Serak Baut,1,Pelepasan Jenazah,1,Pembangunan Pariwisata Manggarai Barat,2,Pemred MetroTV,1,Penegakan Hukum,1,Penemuan Tank Tua,1,Perbudakan,1,Profil,3,PT. Angkasa Pura Propertindo,1,Puisi,5,Putra Bos Konstruksi Baja,1,Ratu Film Panas Indonesia,1,Rikard Djegadut,1,Roman,1,Salib Suci,1,Salmafina Sunan,1,Sandiaga Uno,1,Sastra,8,Selat Sunda,1,Semester Akhir,1,Sepeda Motor,1,Surat Terbuka,1,Sutopo Purwo Nugroho meminta maaf,1,Sutopo Purwo Nugroho meninggal dunia,1,Sutopo Purwo Nugroho Tutup usia,1,SVD,1,Tank Tua Merauke,1,Teater Taki Mendi,1,Tidak Disiplin,1,Transportasi Daring,1,Tsunami Banten,1,Tya Dwiardianti,1,Update,24,Ustadz Abdul Somad,1,Viktor Laiskodat,2,Waktu Gerhana Bulan,1,Wilhelmus Syukur,1,Wisata,15,Zara Zettira,2,Zara Zettira Hina Pesantren,1,Zara Zettira Penulis,2,
ltr
item
Infonewsia: Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia
Teater Taki Mendi: Catatan Perbudakan di Tanah Batavia
Teater opera yang disutradarai oleh Willy Matrona juga selaku penyusun naskah ini berupaya mengangkat sebuah catatan kecil tentang kisah-kisah perbudakan di tanah Batavia di zaman kolonial serta menelusuri jejak sejarah cikal bakal penamaan Manggarai di Jakarta.
https://1.bp.blogspot.com/-jDY6ZZhdv9Y/XVq5kDBZWVI/AAAAAAAAOdM/H27vJMogOE4O3ACCbC7ZZb8FJEHrItyuACLcBGAs/s640/Teater%2BLingko%2BAmmi.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-jDY6ZZhdv9Y/XVq5kDBZWVI/AAAAAAAAOdM/H27vJMogOE4O3ACCbC7ZZb8FJEHrItyuACLcBGAs/s72-c/Teater%2BLingko%2BAmmi.jpg
Infonewsia
https://www.infonewsia.com/2019/08/teater-taki-mendi-catatan-perbudakan-di.html
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/
https://www.infonewsia.com/2019/08/teater-taki-mendi-catatan-perbudakan-di.html
true
7293979240380718745
UTF-8
Semua artikel Tidak ditemukan artikel LIHAT SEMUA Selengkapnya Balas Batal balas Hapus Oleh Beranda LAMAN ARTIKEL Lihat Semua Rekomendasi LABEL ARSIP PENCARIAN SEMUA ARTIKEL Tidak ditemukan artikel pencarian Beranda Minggu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu Mggu Sen Sel Rab Kam Jum Sab Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Baru saja 1 menit lalu $$1$$ minutes ago 1 jam lalu $$1$$ hours ago Kemarin $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago lebih dari 5 minggu lalu Pengikut Ikuti KONTEN PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy